Temperatur Virtual
Temperatur virtual adalah temperatur yang di “munculkan” dikarenakan alasan kemudahan dalam perhitungan. Maksudnya begini…
Dalam meteorologi, untuk menghitung parameter – parameter yang ada tidak semuanya dapat dihitung dengan menggunakan pengukuran, salah satu contohnya adalah densitas udara, karena untuk menghitung densitas tidak mudah dilakukan. Untuk menghitung parameter yang sulit tersebut biasanya digunakan perhitungan – perhitungan yang menggunakan asumsi untuk menyederhanakannya. Hal tersebut berlaku juga dengan temperatur virtual yang kita bahas ini.
Temperatur virtual nilainya sama dengan temperatur terukur (hasil pengukuran termometer langsung) ditambah dengan perkalian temperatur dengan 0,61 mixing rasio.
Tv=T(1+0,61r)
Dia alam, udara seberapapun keringnya pasti akan terdapat uap air dalam kadar tertentu. Karena itu dalam menghitung parameter suatu parsel udara kita harus menganggap bahwa udara itu terdiri dari udara kering dan uap air. Yang menjadi masalah adalah apabila kita menggunakan asumsi tersebut kita akan kesulitan menghitungnya, karena kita akan menghitung konstanta gas spesifik dari tiap gas penyusun udara tersebut (definisi udara adalah susunan dari berbagai macam gas). Akan lebih mudah jika kita menghitung hanya menggunakan konstanta gas universal untuk mewakili semua gas yang kita hitung. Nah… karena digunakannya konstanta gas universal untuk semua jenis gas yang kita hitung, maka kita tidak bisa menggunakan temparatur yang sesungguhnya (temperatur pengukuran) dalam perhitungan, sebagai pengganti temperatur yang sesungguhnya tadi kita pakai “temperatur virtual” yang nilainya seperti ditunjuk di atas.
Jadi jelas kenapa ada temperatur virtual ? Sebenarnya temperatur virtual “muncul” karena digunakannya konstanta gas universal untuk menggantikan konstanta gas spesifik dari gas penyusun udara didalam atmosfer.