Kedai Makan Halal di Hong Kong International Airport (HKIA)

Pagi ini sebelum adzan subuh, Qingdao-Liu Ting Airport yang biasanya sepi terlihat berbeda dari biasanya, hingar bingar calon penumpang yang akan mudik sudah mulai meramaikan bandara kecil ini. Yang menjadikan terlihat lebih tidak biasa adalah, biasanya kedai makanan belum ada yang buka saat saya datang sepagi ini namun hari ini kedainya bukan hanya sudah buka tapi sudah terlihat antrian orang yang akan memesan makanan untuk sarapan pagi mereka. Saya yang juga belum makan ingin juga ikut sarapan, tapi melihat panjangnya antrian menjadikan saya mengurungkan niat untuk sarapan (tapi jujur saja sebenernya alasan utama saya tidak beli sarapan karena saya pikir toh nanti akan dapat makan saat di pesawat-lumayan untuk berhemat he..he.. uangnya bisa buat tambah tambah buat dikasih orang dirumah he..he..).

Kedai_Popeye_Halal    IMG_20150130_140511

Hari ini merupakan perjalanan pulang liburan saya ke tanah air disela study saya di kota Qingdao, China. Waktu kepulangan saya kali ini berdekatan dengan perayaan imlek. Imlek bagi masyarakat China merupakan waktu untuk rehat sejenak dari urusan bisnis dan menjadi waktu untuk berkumpul dengan keluarga besar mereka yang berada di kampung halaman. Ya.. imlek adalah layaknya tradisi mudik bagi masyarakat Indonesia yg merayakan Idul Fitri, mereka pulang kampung ke kota kelahiran masing – masing untuk berkumpul dan bersilaturahmi. Bisa dibayangkan bagaimana “rush”-nya moda transportasi di negara yang berpredikat negeri dengan populasi terbesar di jagat bumi ini saat menjelang imlek. Dalam perjalanan saya kembali ke tanah air ini, selanjutnya nanti saya harus transit di Hongkong selama 4 jam untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Jakarta, waktu yang lumayan lama.

Akhirnya saya tiba di Hongkong International Airport (HKIA) untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Akibat pagi belum sarapan ditambah makanan di pesawat yang kurang terasa “nendang” menjadikan saya rada sedikit pening di kepala. Disamping itu waktu transit yang lumayan lama memaksa saya untuk segera menuntaskan hasrat makan saya biar tidak bertambah pening kepala. Sempat berpikir untuk tidak usah makan di bandara karena khawatir tidak bertemu makanan halal dan toh nanti di pesawat juga bakalan dapat makan siang gratis (lumayan untuk menghemat devisa keluarga hi..hi..hi..), namun apa daya pesawat baru boarding jam 3 sore.. SELAK KELUWEN kalo orang Jawa bilang hi..hi..

Setelah menukar sejumlah uang untuk sekedar keperluan makan akhirnya saya muter – muter cari kedai makan. Awalnya pengen yang anget – anget makan mie Lamien tapi setelah mondar mandir kok ketemunya semua berjudul “pork” alias daging babi akhirnya gak jadi lanjutin makan mie anget, cari menu yang lain. Karena gak ketemu yang halal, sempat terpikir untuk menunda makan namun peningnya kepala (karena kelaparan) sudah sangat mengganggu. Akhirnya perang batin (keinginan makan VS gak nemu makanan halal) dimulai, beli makan…nggak.. beli makan.. nggak… beli makan nggak… waduh tambah pening nih kepala. Sambil kepala masih berantem mikirin mau lanjut beli makan apa nggak, saya muter – muter beberapa kali ke semua kedai makan di bandara HKIA, gak nemu juga yang halal. Dengan hati yang hampir berputus asa menemukan kedai makan halal akhirnya pilihan saya jatuh ke kedai ayam goreng McD*****. Kenapa saya pilih kedai ini, karena di Jakarta juga banyak McD***** jadi gak papalah mau gimana lagi kepala sudah pening karena kelaparan (padahal saya 99% yakin walaupun dagingnya ayam namun syarat penyembelihan ayamnya tentu tidak sesuai dengan syarat makanan halal).

Akhirnya tidak ada pilihan lain, saya antri di kedai McD*****. Namun rupanya antriannya puuuuuanjang (maklum rame imlek)… waduh.. piye iki ??? Ujung – ujungnya karena males berdiri lama dan jalan lagi karena sudah gempor mondar mandir akhirnya saya pindah ke kedai sebelahnya (yang juga ada menu ayam goreng) yang relatif lebih pendek antriannya, nama kedai makannya POPEYE’S LOUSIANA KITCHEN. Setelah antri sambil melihat gambar daftar menu yang ingin dipesan eh… la dalah.. la kok ngelihat ada tulisan bahwa kedai ini dikelola oleh ASOSIASI MUSLIM alias makanan yang dijual telah tersertifikasi HALAL… Alhamdulillah… matur nuwun duh Gusti Alloh… Kepala yang sudah pening dari tadi karena lapar jadi langsung berkurang karena melihat tulisan sertifikasi Halal tadi. Wis jadi semangaaaaat antri he..he.. Akhir cerita saya bisa menikmati makan siang dengan tenang saat itu.

*) Hikmah yang dapat kita ambil dari cerita ini adalah.. OJO GAMPANG NGRESULO dan BERPUTUS ASA… Kalau kita sudah berniat ingin menjalankan apa yang diPerintah Gusti Alloh, sungguh – sungguhlah dalam menyempurnakan ikhtiar kita sambil terus berdo’a kepada Gusti Alloh agar dimudahkan. InsyaAllah nanti pasti Gusti Alloh akan menolong.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s