Dependensi IOD terhadap keberadaan ENSO

Pernah mendengar pernyataan bahwa IOD adalah fenomena yang terjadi sebagai respon pasif dari keberadaan ENSO ? Dengan kata lain IOD dianggap bukan sebuah fenomena yang bisa muncul dengan mandiri ? Bagaimana hal itu bisa terjadi ? Jika hal tersebut menjadi pertanyaan anda, berarti anda tidak sendirian karena saya juga pernah mengalaminya. Tulisan ini sedikit menceritakan bagaimana pemikiran tersebut bisa muncul.

“After my best effort, here is what i believe to be true-not the whole truth, but a truth important to me and to my readers, a truth that i have tried to support strongly enough and express clearly enough that they will find in my argument good reason to agree or at least to reconsider what they believe” – The Craft of Research

Karakter Indian Ocean

Hal ini tidak terlepas dari karakter Indian Ocean itu sendiri. Seperti kita ketahui untuk disebut sebagai sebuah fenomena interaksi laut-atmosfer yang mandiri, berarti harus ada mekanisme “kopling” yang digerakkan oleh Indian Ocean itu sendiri. Kopling itu berupa adanya feedback positif antara laut dan atmosfer di Indian Ocean.

Jika dibandingkan dengan wilayah lautan di bumi yang lain, Indian Ocean mempunyai kedalaman rata-rata thermoklin yang lebih dalam. Hal ini menjadikan feedback positif antara Wind-Thermoklin-SST sebagai salah satu syarat interaksi laut-atmosfer menjadi relatif sulit terjadi (tidak sebagaimana di Pacific Ocean dimana dibagian baratnya terdapat cold tongue yang menjadikan wilayah baratnya mempunyai kedalaman thermoklin yang lebih dangkal dibanding timur Pacific Ocean). Kalaupun dapat terjadi interaksi laut-atmosfer, masih memerlukan pemicu dari luar Indian Ocean itu sendiri. Hal inilah yang mendasari munculnya pemikiran bahwa IOD bukan sebuah fenomena interaksi laut-atmosfer yang terjadi secara mandiri, namun lebih dikarenakan adanya pemicu dari faktor luar.

Dependent terhadap ENSO

Hasil penelitian yang mendukung bahwa IOD merupakan suatu fenomena yang bergantung pada triger dari ENSO, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Disebutkan dalam Ueda (2000) bahwa pola zonal mode SSTA (hangat di bagian barat, dingin di bagian timur) yang terjadi di Indian Ocean merupakan pola musiman yang setiap tahun terjadi di Indian Ocean. Kondisi pola zonal mode SSTA tersebut akan menjadi lebih kuat saat muncul ENSO di Pacific Ocean.
  • Dinyatakan pula oleh Lau dan Nath (2003) dan Shinoda,et.al (2004) bahwa perubahan SST di timur dan tengah Pasific mampu mempengaruhi variasi angin zonal dan anomali surface heat flux di wilayah timur Indian Ocean. Variasi angin zonal dan anomali surface heat flux ini dapat menginisiasi terjadi pendinginan SSTA di wilayah timur Indian Ocean yang pada akhirnya memicu terjadinya IOD.
  • Klein (1999) juga menyebutkan bahwa jeda 3-4 bulan setelah kejadian ENSO di Pasific, biasanya wilayah Indian Ocean akan menghangat (melalui mekanisme “atmospheric bridge”). Hal ini juga dapat memicu terjadinya positif IOD.

Beberapa fakta tersebut diatas sekali lagi memberikan indikasi bahwa seakan–akan IOD merupakan fenomena yang bisa terjadi apabila ada faktor eksternal (bukan berasal dari wilayah Indian Ocean itu sendiri) yang memicunya. Hal ini diperkuat lagi dengan fakta bahwa IOD sering terjadi berbarengan dengan adanya ENSO kuat (sebagai contoh tahun 1997).

Independent terhadap ENSO

Walau begitu, hasil observasi juga menunjukkan bahwa IOD dapat terjadi pada tahun – tahun yang tidak terjadi ENSO (lebih kurang 50%). Hal ini memberikan sebuah pandangan lain terhadap hubungan IOD-ENSO (contoh, IOD tahun 1961 merupakan IOD kuat), dimana IOD memang sebenarnya tidak bergantung pada kejadian ENSO.

Fakta lain juga menunjukkan bahwa hasil analisis EOF* (Saji, 1999) menunjukkan bahwa pola mode pertama anomali SST Indian Ocean adalah pola penghangatan yang seragam di seluruh wilayah Indian Ocean (Indian Ocean Basin Mode-IOBM) dan mode keduanya adalah pola zonal anomali SSTA yang berkebalikan di bagian timur dan barat Indian Ocean yang diinterpretasikan sebagai Indian Ocean Dipole-IOD. Hal ini menunjukkan bahwa IOD merupakan suatu fenomena yang berdiri sendiri dan tidak bergantung pada IOBM yang sebagaimana dijelaskan diatas merupakan respon dari adanya ENSO.

Berdasarkan banyak penelitian selanjutnya (Yu, 2005; Sun,2015, Drborlav, 2000) juga disebutkan bahwa pola sirkulasi atmosfer dari IOD saat dibarengi ENSO dan saat tanpa ENSO rupanya mempunyai karakter yang berbeda. Hal ini menguatkan bahwa memang sebenarnya IOD bisa terjadi secara mandiri (tanpa dipicu oleh ENSO) maupun harus dipicu oleh adanya ENSO.

Prinsip : tidak ada yang benar atau salah

Selanjutnya muncul pertanyaan. La trus mana yang benar ? IOD itu benar benar sebuah fenomena unik di Indian Ocean atau sebenarnya hanya “perpanjang” interaksi laut-atmosfer dari ENSO ?

Menjadi suatu hal yang lazim tentang adanya perbedatan dalam dunia ilmiah, apalagi dalam ilmu kebumian yang laboratoriumnya adalah alam semesta ini. Selama kita bisa memberikan data dan fakta yang bisa dipertanggung jawabkan dan menyampaikannya dengan metode yang logis maka semuanya adalah sah. Dalam dunia ilmiah tidak ada istilah benar atau salah (yang ada hanyalah kita berusaha menyampaikan argumen dan data sehingga orang lain yang sebelumnya tidak mengerti atau berbeda pendapat dengan kita menjadi setuju dengan pemikiran kita) dan itu merupakan prinsip yang harus kita pegang dan tanamkan dalam pikiran kita.

Terlepas dari akhir ceritanya IOD ini bagaimana, itu bukan menjadi hal utama dari maksud tulisan ini. Yang jelas kini saya bisa memahami kenapa bisa muncul pemikiran bahwa IOD hanyalah respon dari adanya ENSO. Semoga anda juga bisa ikut tercerahkan dengan adanya informasi ini. 🙂

Reff. :

  • Lau, N.-C., and N. J. Nath, 2003: Atmosphere–ocean variation in the Indo-Pacific sector during ENSO episodes. J. Climate, 16, 3–20.
  • Shinoda, T., M. A. Alexander, and H. H. Hendon, 2004a: Remote response of the Indian Ocean to interannual SST variations in the tropical Pacific. J. Climate, 17, 362–372.
  • Udea, H. & Matsumoto, J. A. Possible triggering process of east–west asymmetric anomalies over the Indian Ocean in relation to1997/1998El Nin˜ o. J.Meteorol. Soc. Jpn 78, 803–818 (2000).
  • Saji, N. H., Goswami, B. N., Vinayachandran, P. N. & Yamagata, T. A dipole in the tropical Indian Ocean. Nature 401, 360–363 (1999).
  • Yu, W., B. Xiang, L. Liu, and N. Liu, 2005: Understanding the origins of interannual thermocline variations in the tropical Indian Ocean. Geophys. Res. Lett., 32, L24706, doi:10.1029/2005GL024327
  • Sun,et al., 2015 : A Triggering Mechanism for the Indian Ocean Dipoles Independent of ENSO. J. Climate 28, 5063-5076
  • Drbohlav, H.-K. L., S. Gualdi, and A. Navarra, 2007: A diagnostic study of the Indian Ocean dipole mode in El Niño and non–El Niño years. J. Climate, 20, 2961–2977, doi:10.1175/JCLI4153.1.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s