Gimana rasanya naik kereta peluru ? Trip to Beijing (1)

Perjalan kami untuk liburan kali ini diawali dengan perjalan menggunakan kereta peluru Qingdao-Beijing. Sebenarnya perjalanan Qingdao-Beijing bisa ditempuh menggunakan pesawat atau kereta cepat, namun kami memutuskan untuk menggunakan kereta cepat. Alasan kenapa kami menggunakan kereta dibanding pesawat tentulah karena pertimbangan biaya he..he.. maklum.. harus berhemat 🙂 disamping itu kami juga belum pernah merasakan naik kereta peluru, jadi sebuah pilihan yang sangat tepat rasanya jika kami menggunakan kereta peluru.

1416406717585 IMG_20160106_131414

Setelah sehari sebelumnya kami sudah memesan tiket, pagi ini kami berangkat dari apartemen menuju stasiun kereta api Qingdao. Saat ini kebetulan sedang musim dingin jadi jam 6.30 pagi hari masih terasa gelap seperti jam 5 pagi di Jakarta. Namun itu menjadikan perjalan kami lebih nyaman karena bus yang membawa kami dari apartemen ke stasiun kereta tidak menemui kemacetan berarti.

Sampai di stasiun kereta Qingdao, kami langsung menuju pintu masuk stasiun kereta untuk melakukan pemerikasaan tiket. Pemeriksaan untuk masuk stasiun kereta hampir sama dengan di Indonesia, kita harus menunjukkan ID card (dalam hal ini passport) disamping tiket keberangkatan kita. Selanjutnya sebelum memasuki ruang tunggu kita akan melewati x-ray scanner sebagaimana jika kita dibandara akan naik pesawat. Informasi mengenai lokasi ruang tunggu cukup jelas tertera di papan informasi dan tertulis dalam bahasa Inggris maupun Chinesse. Seperti kita ketahui, hal yang paling mendapat perhatian jika kita jalan – jalan ke negeri orang adalah perihal kendala bahasa. Kali ini kendala itu cukup teratasi dengan tersedianya informasi yang menggunakan bilingual English-Chinesse.

Memasuki peron kereta untuk selanjutnya menuju gerbong mencari tempat duduk juga cukup mudah karena informasi nomer gerbong tertera pada tiap pintu gerbong, jadi kita hampir tidak akan salah masuk.

Kereta yang saya naiki adalah kereta cepat (kereta peluru) kelas 2 dengan posisi kursi 3-2 (selain kelas 2 ada juga first class yang tempat duduknya tersusun 2-2). Cukup nyaman dan lega menurut saya, didalam juga tersedia air panas pada tiap pintu gerbong yang bisa kita gunakan sewaktu waktu sehingga akan memudahkan kita jika ingin sekedar membuat teh (orang China kemana mana hampir selalu minum teh), kopi atau bahkan menyeduh popmie sambil menikmati perjalanan. Oh iya.. perjalanan Qingdao-Beijing ditempuh selama kurang lebih 4,5 jam jadi cukup lama kita berada di dalam kereta.

Ada satu hal menurut saya yang agak berbeda jika kita bandingkan dengan di Indonesia, yaitu aturan penentuan untuk tiket dewasa dan anak anak. Tiket anak – anak kriterianya bukan didasarkan umur (yang biasanya bisa dilihat dari tanggal lahir di passport), tetapi berdasarkan tinggi badan. Jika anak kita tingginya dibawah 140 cm maka bisa mendapatkan tiket anak – anak. Biasanya saat kita membeli tiket akan ditanya berapa tinggi anak yang kita bawa (di dalam kereta pun ada tempat untuk mengecek berapa tinggi anak, sekedar untuk memastikan tingginya). Tiket anak – anak mendapat diskon 50% dari harga dewasa, jadi cukup menghemat biaya kita jika berpergian.

Gimana Rasanya Naik Kereta Peluru ? 

Pertanyaan diatas pasti muncul saat pertama kali naik kereta peluru, pertanyaan itu juga yang memotivasi kami untuk memilih naik kereta cepat ke Beijing. Saat menaiki kereta peluru ini rasanya sebenarnya hampir sama dengan kereta di Indonesia, namun lebih terasa bersih dan furnitur yang lebih terasa modern. Yang paling membedakan tentunya adalah kereta ini lebih cepat dibanding kereta biasanya, kereta kami melaju hingga 304 km/jam (walau begitu sebenarnya juga tidak ada rasa yang spesial-tidak seperti yang kami bayangkan bakal terasa melesat cepat he..he..he.. 😛 ).

Setelah melalui perjalanan 4,5 jam, akhirnya berakhir sudah setelah kami naik kereta cepat ke Beijing dan tiba di Beijing-South Rail Station.

Tips… Sebaiknya bawa bekal dari rumah untuk keperluan makan siang, karena walaupun di kereta menyediakan makanan dan minuman tapi harganya relatif mahal. Lumayan kan uangnya disimpan untuk beli oleh – oleh 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s