Seasonal Phase Locking

Awal bertemu dengan istilah ini saya bingung 🙂 Kok ada kata “locking” segala, emangnya apanya yang yang dikunci batin saya he..he.. Ternyata setelah dibaca – baca ternyata memang ada yang dikunci he..he..

Penjelasannya begini, IOD itu mulai terbentuk, berkembang dan mencapai puncaknya serta kemudian meluruh biasanya terjadi di bulan – bulan Juni hingga November setiap tahunnya. Dan itu menjadi suatu hal yang “hampir” tidak pernah berubah. Saya bilang “hampir” karena itu kondisi rata- ratanya dan pada realitanya tentunya pasti ada pergeseran sedikit sedikit waktunya.

Ueda

Kenapa waktu terjadinya hanya antara Juni – November ?

Nah, selanjutnya pasti muncul pertanyaan kenapa kok waktu terjadinya tidak berubah – berubah dan hanya terjadi di bulan Juni hingga November. Untuk menjelaskan hal tersebut, kita harus ingat bahwa terjadinya IOD selalu berkaitan beberapa hal utama berikut :

  • Aktifitas sirkulasi angin monsun Asia dan
  • Terjadinya angin timuran yang kuat di sekitar wilayah Indian Ocean bagian timur (IOD-E)

Penjelasannya :

Karena pada bulan April-Mei merupakan waktu terjadi perubahan sirkulasi angin monsun (dari monsun Asia musim dingin ke panas), maka pada bulan – bulan tersebut kecepatan angin di wilayah barat Indian Ocean (IOD-W) biasanya akan melemah. Akibat melemahnya kecepatan angin di IOD-W ini maka mekanisme evaporation-cooling akan berkurang (evaporation-cooling berkurang artinya panas yang ada di dalam lautan akan tetap berada di dalam massa air laut dan tidak lepas ke atmosfer sebagai penguapan), sehingga menjadikan suhu permukaan laut (SST) wilayah tersebut menghangat. Selanjutnya seiring mulai persisten-nya angin monsun Asia musim panas maka pada bulan Juni di wilayah Indian Ocean bagian timur (IOD-E) akan mengalami angin timuran. Angin timuran ini akan menjadikan evaporation-cooling di wilayah IOD-E menjadi kuat sehingga tercipta anomali dingin pada SST. Hal ini diperkuat lagi dengan terjadinya upwelling akibat Eckman transport di eastern boundary (Sumatera & Jawa) sehingga SST bertambah dingin. Kondisi perbedaan kontras berupa anomali panas SST di IOD-W dan anomali dingin di IOD-E menjadikan terciptanya dipole anomali SST (atau kita sebut Indian Ocean Dipole-IOD). IOD pada akhirnya akan terus berkembang seiring waktu mengikuti dinamika laut-atmosfer yang terjadi di Indian Ocean pada bulan Juni hingga November.

Menginjak bulan Desember, perkembangan IOD ini akan berhenti dan kemudian meluruh dengan cepat seiring dengan aktifnya monsun Asia musim dingin (yang ditandai dengan berubahnya angin timuran di IOD-E menjadi angin baratan). Ingat, angin monsun bergerak berbalik arah secara musiman sebagai respon benua-lautan terhadap posisi matahari. Hilangnya angin timuran di IOD-E, artinya proses upwelling tidak terjadi lagi di IOD-E dan juga angin baratan yang menggantikan posisi angin timuran akan membawa massa air laut di IODW yang hangat ke arah timur menuju IOD-E. Kombinasi tidak terjadinya upwelling dan mengumpulnya massa air hangat dari IOD-W ini mengakibatkan dipole yang sebelumnya terbentuk menjadi hilang dan berubah menjadi sebuah unipole yang seragam. Dan karena dipole sudah tidak ada maka IOD akan punah.

Begitulah, karena IOD tergantung pada mekanisme angin monsun Asia musim panas yang hanya terjadi antara bulan Juni hingga November, maka dikenal istilah “seasonal phase locking”, alias terkunci terjadi hanya pada waktu musim itu.

Reff. :

  • Ueda, H., Matsumoto, J., 2000. A possible Trigger Process of East-West Asymmetric Anomalies over the Indian Ocean in Relation to 1997/98 El Nino.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s