Sirkulasi Atmosfer dan SST saat Terjadi IOD

Berdasarkan catatan observasi diketahui bahwa terjadinya IOD sering dibarengi dengan terjadi ENSO, sehingga muncul banyak argumen (yang tentunya didukung data yang valid) bahwa IOD merupakan fenomena yang disebabkan oleh ENSO. Namun begitu, waktu juga mencatat bahwa banyak IOD yang juga terjadi tanpa dibarengi dengan terjadinya ENSO. Oleh karena itu menjadi perdebatan apakah IOD merupakan sebuah fenomena yang independen ataukah yang dependen terhadap ENSO.

figure_5 figure_7

Namun, dalam penelitian yang dilakukan Luo, et al.,[2010] diperoleh informasi bahwa kedua fenomena ini saling berinteraksi dan saling mempengaruhi. Bahkan dengan tegas dinyatakan bahwa ekstrim pIOD juga berkontribusi secara signifikan terhadap pembentukan onset El Nino. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya IOD bukan sebuah fenomena pasif yang hanya merupakan bentuk respon dari terjadinya ENSO, tetapi juga aktif mempengaruhi ENSO.

Berkaitan dengan adanya IOD yang berbarengan dengan ENSO (IOD-ENSO) dan IOD tanpa ENSO (pure-IOD), dalam tulisan ini akan saya deskripsikan perbedaan karakter sirkulasi atmosfer dan SST saat IOD-ENSO dengan pure-IOD (dalam tulisan ini hanya dibahas IOD positif).

IOD-ENSO

  • Magnitude SSTA di IOW menjadi lebih kuat saat terjadi IOD-ENSO sangat dibanding pure-IOD
  • Perubahan anomali IOE yang dingin menjadi hangat saat fase berhentinya IOD terjadi lebih cepat dibandingkan dengan saat pure-IOD. Hal ini dikarenakan efek basin warming dari ENSO (Klein, et al.,[1999])
  • Easterly wind anomaly lebih meliputi hampir seluruh wilayah Indian ocean ekuator (mulai dari IOE, Sri Lanka, ujung India dan terus meluas hingga northwestern Indian ocean), sedangkan saat pure-IOD easterly wind anomaly hanya meliputi IOE
  • Pola angin easterly membentuk pola wilayah yang sempit yang mengular dari IOE, Sri Langka, ujung India hingga eastern Indian ocean
  • Terdapat 2 pola antisiklonal (di utara ekuator dan selatan ekuator), dimana diduga anti siklonal di utara ekuator inilah yang menyebabkan penguatan easterly wind anomali sehingga membentuk aliran mengular yang luas hingga northwestern Indian ocean. Sedangkan antisiklonal di selatan ekuator menyebabkan menguatnya southeasterly di sepanjang pantai barat Sumatera yang berakibat pada menguatnya proses upwelling di IOE
  • IOD banyak ditentukan oleh IOW yang menghangat dan IOE yang mendingin, sehingga keduanya memperkuat perbedaan gradient SSTA

Pure-IOD

  • Magnitude IOW lebih lemah jika dibanding IOD-ENSO
  • Perubahan anomali dingin IOE menjadi hangat saat fase berhenti IOD, terjadi dengan lebih gradual
  • Luasan wilayah yang mengalami easterly wind anomaly seakan hanya terbatas di wilayah IOE saja
  • Pola angin membentuk angin monsunal yang berupa timuran di selatan ekuator dan baratan di utara ekuator
  • Pola antisiklon yang kuat hanya terbentuk di southeastern Indian Ocean yang menjadikan southeasterly di pantai barat Sumatera menjadi kuat
  • IOD seakan lebih dipengaruhi oleh mendinginnya SSTA di IOE, penghangatan di IOW lebih lemah dibanding saat IOD-ENSO

Uraian diatas hanya menunjukkan karakter dari SST dan sirkulasi atmosfer di lapisan bawah, tentunya akan bertambah banyak jika kita ulas bagaimana kondisi sub-surface serta kondisi sirkulasi atmosfer meridionalnya. Akan kita bahas di tulisan berikutnya.

Reff. :

  • Hong, et al., [2008]. Temporal and Spatial Characteristics of Positive and Negative Indian Ocean Dipole with and without ENSO. Journal of Geophysical Research. Vol. 113. doi:10.1029/2007JD009151
  • Drbohlav,et al., [2007]. A Diagnostic Study of the Indian Ocean Dipole Mode in El Niño and
    Non–El Niño Years. Journal of Climate. Vol. 20, 2961-2977. DOI: 10.1175/JCLI4153.1
  • Klein, et al., [1999]. Remote Sea Surface Temperature Variations during ENSO: Evidence for a Tropical Atmospheric Bridge. Vol. 12, 917-932.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s